langit memerah, awan tak lagi kelabu lantunan tasbih dan zikir bergemah di atas sajjadah kusam ini, kesucian di atas kesucian berbahasakan kemurnian kekhufan whudu...bisikan azan dari menara menara katauhidan di atas bumi para khalifah, seakan mengajak jiwa teringat dalam pelukan dan dekapan hangat selimut di atas selimut kedua insan yang bagaikan intan seakan merobek keegoisan bocah bocah diatas kembungan lumpur kekuasan yang air matanya bagaikan hujan tak bermusim dan kemarau tak berhujung, pelepis kening kini tak sanggup meredup deras, gejolak mata yang digetarkan hati akan cinta kasih dari ayah dan ibuku yang tak pernah bosan mengkalamkan antara keimanan dan keilmuan yang kini harus kutempuh di atas kerikil dan tanah yg berbeda dari mereka pijaki.
ayah ibu dan keluarga aku tak pulang bukan berarti aku tak rindu.
tetapi perjuanganku disini adalah bentuk kerinduan yang mungkin tak sebanding dengan rasa rindumu..
aku rindu ocehanmu, aku rindu senyumanmu....
dan aku butuh doamu sebagai pedang perjuangan menegakan keimanan dan keilmuan itu...
ayah ibu dan keluarga aku tak pulang bukan berarti aku tak rindu.
tetapi perjuanganku disini adalah bentuk kerinduan yang mungkin tak sebanding dengan rasa rindumu..
aku rindu ocehanmu, aku rindu senyumanmu....
dan aku butuh doamu sebagai pedang perjuangan menegakan keimanan dan keilmuan itu...
Marhaban Ya Ramadhan....
1435 H / 2014 M.
mohon maaf lahir batin..
1435 H / 2014 M.
mohon maaf lahir batin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar